Sabtu, 06 Februari 2010

“El-KISA” group musik yang beraliran Arabian Alternatif & Classic


Kota Cimahi LINTAS NEWS. EL-KISA (Arabian musik) adalah kelompok musik yang beranggotakan 15 orang personil, EL-KISA (Arabian Musik) terbentuk pada tanggal 20 April 2000, El-KISA merupakan group yang beraliran musik Arabian Alternatif & Classic yang dijadikan modal dasar perjalanan EL-KISA sendiri. Nama EL-KISA diambil dari Bahasa Arab "Kisa" yang artinya senandung, dan kami berharap nama EL-KISA menjadi nama keberuntungan bagi group. EL-KISA mencoba menghadirkan hiburan musik yang dapat diterima oleh siapa pun dalam setiap penampilan, EL-KISA selalu mencoba untuk kesan baik disetiap penampilannya dan berupaya mengembangkan bakat dan kreatifitas dimasing-masing personilnya. El-KISA mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu EL-KISA dan yang telah memberikan masukan atau kritikan yang diberikan pada kami, dan kami akan menerima dengan lapang dada, dan Insya Allah kami jadikan acuan untuk tetap terus berkarya."Salam Silatuhrahmi"
Selain dari pada memperkenalkan lagi irama padang pasir ke khalayak, EL-KISA juga mencoba mengajak segenap masyarakat untuk kembali kepada (amar ma’ruf nahyi munkar) melalui alunan irama sholawat yang di kemas dalam bentuk gambus modern, khususnya bagi kaum muda yang pada saat ini lebih mencintai musik yang mungkin dapat mengarah kepada arah negative dari pada positif, dan umum nya bagi para orang tua juga lebih dapat mengarahkan para anak-anaknya untuk lebih waspada dengan segala apa yang di suguhkan / di kembangkan dari budaya barat, yang besar kemungkinan dapat merusak moral dan masa depan generasi bangsa.
Maka dari itu EL-KISA Arabian musik, mencoba berdakwah melalui alunan musik gambus dengan besar harapan kami sedikit banyak bisa membantu dalam menyelamat kan moral bangsa dari pengaruh budaya barat .khusus nya bagi para muda-mudi untuk lebih mencintai musik dengan irama RELIGI.
Besar harapan kami khusus nya kepada para pemerintah terkait agar dapat membantu dalam mensosialisikan kesenian khususnya irama gambus yang kami suguhkan, melalui kegiatan apapun agar bisa di kenal kan kepada masyarakat, oleh karena itu sebuah kehormatan bagi kami apa bila dari pihak pemerintah bisa bekerja sama dengan kami, EL-KISA group dengan menggunakan jasa kami dalam mengisi setiap acara / kegiatan kepemerintahan yang di selenggarakan oleh pihak terkait. Akhir kata kami EL-KISA group mengucap kan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kami baik moral maupun spiritual.
EL-KISA group yang beralamat kan di JL.Nanjung RT.01 / RW.11 Kp.Cibodas kota Cimahi ini, selain dari pada kegiatan konser di beberapa kota besar di indonsia, banyak juga kegiatan amal /sosial yang telah di laksanakan dalam jadwal rutin tahunan EL-KISA group, contoh nya kegiatan khitanan massal, santunan bagi anak yatim, dan kepada korban bencana alam.(Zeinal Abidin).

Ruang Kelas SMP N 1 Cikalong Wetan sangat menghawatirkan


Kab. Bandung Barat Lintas News
Dalam hal meningkatkan proses KBM yang lebih baik tentunya sangat dibutuhkan sarana penunjang yang lebih baik pula dalam hal ini seluruh SMP baik SMP Negri dan sederajat yang berada diwilayah pemerintahan Dinas pendidikan daerah Kab. Bandung Barat, masih banyak terdapat kekurangan sarana dan prasarana penunjang proses KBM.
Bahkan sarana yang ada pun sudah tidak layak pakai lagi seperti: ruang belajar yang sudah rusak sekian lama dan kurangnya ruang tambah untuk belajar seperti ruang Lab, IT dan lainnya, hal ini sangat dikhawatirkan oleh sebagian guru pengajar dan siswa SMP tersebut sehingga bisa menghambat proses KBM.
Misalnya SMPN 1 Cikalongwetan yang berdiri sejak tahun 1960an ini hingga saat ini telah memiliki 1160 siswa yang menempati ruang belajar sebanyak 24 lokal yang masing – masing ruang/ local rata – rata diisi oleh 48 siswa ditambah tenaga pengajar berjumlah kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 36 PNS dan 13 orang tenaga honorer dan sekolah ini juga dinilai baik pada akreditasi B yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi bangsa dan Negara pada bidang pendidikan terbukti para alumni dari SMP ini banyak yang menjadi tenaga pengajar khususnya 90% dari alumni tersebut mengajar disekolah ini yaitu SMP Negri 1 Cikalongwetan.
Kini SMPN 1 Cikalongwetan keadaannya sangat memprihatinkan pasalnya sudah kurang lebih 30 tahun tidak mendapatkan bantuan secara fisik maupun non fisik yaitu baik RKB, rehab dan bantuan lainnya seperti ruang IT dan rehab ruang Lab.
“ Ernawan, Bag sarana prasarana SMPN 1 Cikalongwetan, bahwa selama 30 tahun sekolahnya tidak mendapatkan bantuan”. Khususnya 3 tahun terakhir ini pihaknya pernah mengajukan bantuan yang berkaitan dengan DAK dan lainnya, tapi hingga detik ini belum ada kepastian yang jelas kapan bantuan tersebut akan digulirkan akibat menunggu bantuan yang terlalu lama akhirnya banyak ruangan – ruangan disekolah ini tambah rusak parah termakan oleh waktu “ungkapnya”.
Ruangan disekolah kami yang rusak parah ada 6 ruang kelas yaitu kelas 7C sampai dengan kelas H yaitu dinding – dinding pada badan bangunan terdapat bolong, retak dan pecah – pecah yang menganga cukup besar. Begitu juga lantai pada ruangan sudah banyak yang pecah – pecah dan berlobang. Langit – langit pada atap plapon banyak yang bolong, ditambah rangka kayu pada plapon penompang atap langit – langit kayunya sudah banyak yang propos termakan usia “tegasnya”. Dan ia pun dengan para staf guru lainnya begitu juga kepala sekolah Siswondo M.Mpd mengkhawatirkan hal tersebut, takut – takut ruangan bisa roboh seketika sehingga menimpa pelajar dan pengajar dan akhirnya menimbulkan korban “tambahnya”. Walaupun ruang KBM begitu cukup menghawatirkan namun kami tetap melaksanakan proses KBM dikarnakan belum ada tempat lain yang bisa kami tempati “jelasnya”.
Selanjutnya Ernawan mengatakan “ sejak berdirinya SMPN 1 Cikalongwetan yaitu pada tahun 1960an baru 1 kali mendapatkan bantuan yaitu pada tahun 1980 dikala itu KBB belum lahir adapun perbaikan yang kami lakukan selama menunggu datangnya bantuan hanya sifatnya perawatan ringan yaitu dengan menambal dan menecat “ katanya”.
Siswondo M.Mpd kasek SMPN 1 Cikalongwetan membenarkan apa yang diungkapkan oleh Ernawan mengenai ruang KBM disekolahnya yang memang sudah sangat tua dan rusak berat tersebut. Dan ia meminta supaya pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan KBB yang dikepalai oleh Agus Maulana serta jajaran agar memiliki tindakan cepat tepat guna untuk segera merealisasikan bantuan RKB, Rehab dan lainnya dalam wujud nyata jangan Omdo “tegasnya”. Menurut Siswondo selama ini pemda KBB terkesan lamban dalam penanganan yang berkaitan dengan bantuan DAK sehingga menyebabkan terganggunya proses mengajar di SMPnya “ungkapnya”. Entah kenapa kelambanan itu bisa terjadi, pihaknya sebagai tenaga lapangan sejak dari awal pengajuan bantuan 2007, pengajuan 2008 kemudia pengajuan 2009 hingga hari ini belum ada berita yang jelas dari Pemda KBB pada Dinas terkait kapan bantuan tersebut bisa digulirkan “katanya”.
Dalam hal ini Drs. Iing solihin, ketika ditemui LINTAS NEWS di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan Persoalan terlambatnya dana bantuan DAK untuk SMP seKabupaten Bandung Barat kendalannya adalah Kwota DAK tidak semua terakomodir tapi pihaknya berjanji mudah – mudahan tahun 2010 ini semuanya bisa terakomodir ketika ditanya mengenai realisasi DAK, Iing mengatakan bahwa DAK sedang tahap penyempurnaan dalam draf final, dan final nya di gunakan pertengahan Februari “katanya” selanjutnya ia menambahkan bahwa belum bisa dipastikan ada beberapa SMP yang akan mendapatkan batuan DAK, kita akan sosialisasikan terlebih dahulu dan tergantung pada besaran dana yang ada “tegasnya”, kemudian akan dilihat juga skala prioritasnya bagi penerima DAK, kalo memang ada yang sangat membutuhkan maka itu diprioritaskan “ katanya”. Dan bahwa pihaknya yaitu pada Dinas Pendidikan KBB telah banyak mengumpulkan data profil sekolah SMP di KBB, yang didalamnya terdapat RKB, Rehab dan lainnya apalagi sekolah yang mendapatkan RKB, Rehab nanti akan diusulkan kembali adaikan kata anggaran dana dari APBD dan APBN tidak ada, guna realisasi, pihaknya akan tetap mengupayakan agar bantuan tersebut tetap mengalir sekarang pihaknya telah bekerjasama dengan pihak “CSF” dalam rangka mengoptimalkan agar bantuan didapatkan dan tepat guna “tegasnya”.
Pada kesempatan yang berbeda Drs. Agus Maulana M.M kadisdik pora KBB ketika dijumpai Lintas News mengatakan bahwa pihaknya akan menggulirkan bantuan DAK bagi SMP yang sudah masuk dalam data RKB, Rehab dan lainnya yaitu pada tahun 2010 ini namun belum bisa dipastikan kapan waktunya “katanya”.
Besaran dana Reahab adalah sebesar 40 Juta (Empat Puluh Juta) pada setiap lokalnya adapun jumlah local yang akan di rehab yaitu sebanyak 40 lokal begitu juga RKB yang sudah masuk data yaitu sekitar 29 RKB dengan kelengkapannya besaran dana bantuan yang akan digulirkan dari RKB tersebut sebesar 110 Juta ( Seratus Sepuluh Juta Rupiah ) jadi jumlah seluruh bantuan yang akan digulirkan oleh Pemda Dinas Pendidikan adalah sebesar 3.790.000.000 ( Tiga Miliyar Tujuh Ratus Sembilan puluh Juta) “ungkapnya” (SIM).

Rabu, 03 Februari 2010

SERTIJAB CAMAT CANGKUANG & CAMAT CIMAUNG


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Mutasi merupakan hal yang lajim dan biasa bagi para PNS dalam menjalankan tugasnya untuk pengembangan dan peningkatan karier seseorang dan bukan merupakan hukuman tetapi amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya agar menjadi ladang ibadah, namun setiap pejabat dimanapun ditempatkan baik di Pemda maupun tingkat kecamatan tentu mengharapkan tugas terbaik bagi pelayanan publik.
Seperti halnya di Kec. Cangkuang Kab. Bandung pada hari Selasa
( 2/2 ) bertempat di aula Kecamatan Cangkuang dilaksanakan serah terima jabatan Camat Cangkuang Drs. Uka Suska Puji Utama, M.Si kepada Ajat Sudrajat, SE., M.Si yang sebelumnya mejabat sebagai camat Cimaung, dipimpin oleh Asisten Pemerintahan I Kab. Bandung H. Yudhi Haryanto, SH., SPI. Keduanya sama berkompeten dan hasil kerjanya nampak dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dampak hasil Drs. Uka agendanya hampir keseluruhannya tuntas adapun yang tersisa merupakan kewajiban bagi Camat baru Ajat Sudrajat, begitupula di Kec. Cimaung sebaliknya.
Namun intinya baik yang meninggalkan dan yang datang menjadi tumpuan masyarakat, persoalan yang akan datang diharapkan bisa terselesaikan dengan baik.
Pada kesempatan itu hadir Muspika dari kedua kecamatan, Kepala Desa dari kedua kecamatan, Dinas dan Intansi dari Kedua kecamatan, Camat Banjaran, H. Iman, Camat Bojongsoang Yudi dan Camat Baleendah Usman Sayogi, anggota DPRD Kab. Bandung yang bersal dari Kec. Cangkuang, diantaranya dari PDIP H. Asep Dedi Sukmawan, P. Demokrat Hj. Euis S. Akbar, PBB H. Asep Anwar sekaligus Ketua DPD PBB Kab. Bandung dan H. Hilman Sukiman sebagai tokoh masyarakat yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kab. Bandung dan Ketua KONI saat ini, KUA Kec. Cangkuang, Ketua MUI Kec. Cangkuang Kiyai M. Odang Yuyun, Ketua FPMDN Kec. Cangkuang H. A. Nono S. Sambas, Kepala UPTD P&K Kec. Cangkuang Drs. Dedi, Kepala MTs. Al – Mukhlis Dadang Gaos, S.Ag dan sejumlah tokoh masyarakat dari kedua kecamatan.
Drs. Uka Suska Puji Utama, M. Si dalam sambutannya mengatakan, kepindahannya saat ini ke Kecamatan Cimaung merupakan kepindahan yang kelima kalinya selama tugasnya dan di Kec. Cangkuang sudah bertugas selama 3 tahun lebih 4 bulan.
Drs. Uka menambahkan banyaknya pengalaman selama ini, tentunnya akan dijadikan sebagai pengalaman yang berharga yang akan dikembangkan di Kec. Cimaung, katanya.
Sementara itu menurut Ajat Sudrajat, SE., M.Si., mengatakan bahwasanya mutasi merupakan pembinaan yang mempunyai nilai sendiri. Dengan berbagai pengalaman yang sebelumnya banyak didapatkan selama bertugas di Banten sejak tahun 1993 dan berbagai penghargaan diantaranya Penghargaan dari UNICEF tentang pemberantasan buta huruf se-Banten pada tahun ’95, Penghargaan Pengkaderan Terbaik salah satu Partai pada tahun ’96 dan Penghargaan dari Presiden RI tahun 2009.
Ajat menambahkan tentunya semua keberhasilan dalam berbagai pengalaman tak berarti apa – apa tanpa adanya dukungan dari masyarakat, ungkap Ajat yang mempunyai misi kalau bisa dipermudah kenapa dipersullit sehingga dapat menjalankan tugas dengan terbaik dan tercepat, tambahnya.
H. Hilman Sukiman sebagai tokoh masyarakat Kec. Cangkuang dalam sambutannya mengajak kepada semua masyarakat untuk membantu apalagi dengan adanya anggota DPRD Kab. Bandung sebanyak 4 karena yang satu PAW dan mudah-mudahan menjadi 5 orang, untuk lebih memajukan daerah dengan kapasitasnya di Kab. Bandung.
H. Herman Taryat selaku tokoh masyarakat Cimaung dalam kesempatan itu mengatakan jangan melihat kekurangan dan kelebihan seseorang tetapi kalaupun ada kesalahan diberi arahan dan solusi guna memajukan daerahnya dan menyampaikan kepada Drs. Uka selaku Camat Cimaung yang baru, ada beberapa PR berat harapan masyarakat yaitu belum adanya Mesjid Besar di Kec. Cimaung dan Gapura Patung Maung di Cimaung sebagai salah satu wilayah Pariwisata menuju Purtil.
Ass. Pemerintahan I Kab. Bandung H. Yudhi yang membacakan amanat Sekda saat itu mengatakan untuk tetap menciptakan iklim kerja yang kondusif dalam menjalanakan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selaku pelayan public, terutama dalam menghadapi Pilkada tahun 2010 untuk turut membantu dalam pengawasan tahapan pembentukan PPK dan PPS dalam pilkada pada bulan Agustus mendatang.
Lanjut H. Yudhi, Kab. Bandung pada tahun 2010 ini akan menjadi tuan rumah dalam kegiatan Porda Jabar yang difokuskan tempat lebih banyak di Kab. Bandung dan berharap sekses pelaksanaan dan sukses prestasi untk Kab. Bandung, tambahnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua APDESI Kec. Cangkuang sebagai perwakilan dari kepala desa se-Kec. Cangkuang, Asep Sadeli Munawar mengatakan terimakasih kepada Drs. Uka atas bimbingannya selama menjadi Camat di Cangkuang dan mohon maaf atas kekurangan kinerja kepala desa dan kepada Ajat Sudrajat, SE., M.Si selamat datang dan siap untuk mendukung segala program demi kepentingan dan kemajuan masyarakat di Kecamatan Cangkuang, ungkapnya. ( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

MASYARAKAT DESA NAGRAK KEC. CANGKUANG SECARA TEGAS TOLAK ALIH FUNGSI LAHAN


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Sejumlah masyarakat Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang Kab. Bandung yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Desa Nagrak
( FPMDN ) Kec. Cangkuang, bersepakat untuk menolak pengalihan fungsi tanah pertanian produktif menjadi perumahan yang terletak di Blok Sawah Deukeut, Desa Nagrak oleh pengembang PT. Sanggar Indah Sentosa Raya.
Pernyataan sikap terebut disepakati oleh sejumlah warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang telah mengadakan musyawarah pada hari Minggu ( 3/1 ) yang dihadiri oleh 57 orang peserta sebagai perwakilan dari RW 01 sampai RW 11. yang menolak untuk pembangunan perumahan tersebut.
Ketua FPMDN, H. A. Nono S. Sambas, ketika dihubungi Lintas News ( 31/1 ), mengatakan benar adanya mengenai rencana akan dibangunnya perumahan di tempat tersebut.
“ Lahan tersebut merupakan lahan pertanian produktif, meskipun mayoritas merupakan petani penggarap bukan pemilik tanah, namun jika dibangun perumahan akan banyak dampak negatifnya, diantaranya hilangnya mata pencaharian warga “ ungkapnya.
Lanjut H. Nono menjelaskan, bahwasanya di Desa Nagrak luas sawahnya kurang lebih 100 Ha dan sudah dipergunakan oleh Perumahan Parahyangan Kencana dan Perumahan Sanggar Indah seluas 70 Ha, adapun sisanya 30 Ha yang akan dipergunakan untuk perumahan seluas kurang lebih 15 Ha yang kini ditanami oleh petani yang nota bene kondisi sawahnya bagus baik dari segi pengairan dan hamparannya, maka sisanya tinggal 15 Ha atau 15 % itu pun kondisi medannya tinggal yang terjal, tegas H. Nono.
Selain itu, daerh tersebut merupakan daerah resapan air, dimana kemiringannya blok tersebut pada saat ini kondisinya rawan banjir terlebih jika dibangunnya perumahan akan semakin mengurangi resapan air.

Petani Penggarap Terancam Kehilangan Matapencahariannya
Salah satu petani penggarap Dayat ( 49 ) sekaligus Ketua RW 08 Desa Nagarak Kec. Cangkuang, mengatakan “ Masyarakat sampai saat ini belum menerima jika lahannya dijadikan perumahan, sebab mayoritas penduduk sebanyak 80 %, bekerja sebagai petani penggarap akan terancam kehilangan pekerjaannya “ kata Dayat bersama isterinya Titing ( 48 ) yang dibantu oleh puteranya yang bekerja sebagai patani penggarap juga di tanah tersebut.
Dayat mengaku bersama isterinya telah menggarap lahan ini selam 2 tahun dengan system sewa lahan yang menggarap 100 tumbak dengan membayar 5 juta selama 5 bulan kepada pemilik lahan.
Selama menggarap dengan ditanami sayur sosin mulai dari menanam sampai panen selam 20 hari dari seluas satu tumbak dapat menghasilkan 2 – 3 ton, dengan harga jual Rp. 600 – Rp. 1.500 / kg kepada Bandar.
Masih menurut Dayat para petani penggarap baik dari Desa Nagrak maupun dari luar desa, diberi upah untuk perempuan Rp. 17.000,- sampai jam 12 siang, sedangkan laki – laki diberi upah Rp. 20.000,- sampai waktu yang sama pula.
Dengan penghasilan tersebut bisa dikatakan cukup, hasil bersih sampai panen kurang lebih 10 juta / 20 hari “ Dapat menghidupi keluarga termasuk biaya sekolah anak “, sambil menambahkan andaikan perumahan ini jadi dibangun Dayat mengaku belum terpikirkan akan bekerja apa selain saat ini sebagai petani penggarap ditengah – tengah kondisi ekonomi saat ini susah oleh masyarakat kecil, katanya.
Terkait masalah izin penduduk, Dayat mengaku merasa dibohongi, sebab dengan dalih untuk diberi izin menggarap lahan para petani diharuskan memberi tanda tangan yang pada akhirnya dinyatakan sebagai izin dari penduduk untuk membangun perumahan di lahan tersebut, ungkapnya.


Dampak Sosial Pembangunan Perumahan di Tengah – tengah Pemukiman Warga


Bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar – gencarnya mengkampanyekan alih fungsi lahan, agar tidak mudah mengalih fungsikan lahan pertanian, lebih – lebih merupakan lahan produktif dengan sarana penunjang irigasi teknis / pengairan bagus.
Sebagaimana dalam UU No. 12 Tahun 1992 Tentang Budidaya, Inruksi Presiden No. 3 Tahun 2007, UU No. 41 Tahun 2009 yang pada intinya kalaupun terpaksa terpakai harus ada lahan pengganti, lahan teknis tiga kali lipat, setengah teknis dua kali lipat dan tadah hujan satu kali lipat.
Dengan dibangunnya perumahan di tengah – tengah pemukiman penduduk, dikhawatirkan akan semakin tingginya kesenjangan social dimana penghuni perumahan tingkat perekonomianya relative lebih baik dibandingkan dengan kndisi penduduk setempat.
Selain itu, penduduk setempat akan semakin terpinggirkan dan kesulitan untuk memiliki rumah yang sesuai dengan kemampuanya juga hilangnya mata pencaharian sebagai buruh petani.
Disisi lain kenyataan yang terjadi pada Perumahan Parahyangan Kencana yang lokasinya berdekatan dengan Perumahan Sanggar Indah masih banyak rumah yang terbengkalai karena tak berpenghuni, termasuk Perumahan Sanggar Indah hingga saat ini masih banyak timbul permasalahan seperti buruknya sarana jalan, penerangan jalan umum dan perpajakan.
Ketua KPJB Indonesia Kab. Bandung, Lili Muslihat ketika dihubungi menanggapi permasalahan ini, mengatakan pembangunan jangan di lahan hijau harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan letaknya harus ramah lingkungan, perlu adanya pengkajian lebih serius tentang dampak lingkungan kepada dinas – dinas terkait jangan sampai akhirnya merugikan masyarakat, katanya.
H. Nono bersama masyarakat Desa Nagrak melalui FPMDN, mengaku telah melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Kab. Bandung dan DPRD Kab. Bandung Komisi A dan Komisi B, namun sejauh ini belum ada tanggapan yang serius dari pemerintah terkait pembangunan perumahan ini.
Adanya hal itu, H. Nono mengharapkan pemerintah dapat mendorong masyarakat pedesaan untuk betah berada di pedesaan dengan bisa mencari penghidupan di desa secara sejahtera dengan membatalkan pembangunan perumahan sebab akan menyengsarakan masyarakat dengan menghilangkan segala potensi yang ada pada lahan tersebut, apalagi jangan sampai ada yang bekerja sebagai TKI ke luar negeri dengan banyak kejadian – kejadian yang tidak diharapkan. Adapun Perda dan UU dibuat pada dasarnya untuk menyejahterakan masyarakat namu apalah artinya jika pada kenyataannya jstru sebaliknya, tambah H. Nono. ( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

Senin, 01 Februari 2010

SDN 03 RANCAPANGGUNG PERLU SARANA KEAMANAN & TAMBAHAN RUANG KERJA GURU

Bandung Barat Lintas News, Seiring dengan berkembangnya dunia pendidikan saat ini baik di dalam pembangunan maupun di bidang system pendidikan. Seperti hal nya yang telah dilaksanakan di SDN 03 Rancapanggung Kec. Cililin Kab,Bandung barat. Semula sekolah tersebut terkesan boleh di bilang memprihatinkan khususnya kalau di lihat dari segi struktur bangunan. Mungkin karena ada nya hal yang belum atau tidak terealisasi .
Namun setelah sekolah tersebut dijabat oleh Bp. Lalan Rustandi. M.pd. pada tahun 2006 semua berubah drastis . khususnya di bidang pembangunan dan pengelolaan sekolah. dengan bermodal tekad dan ambisi ingin memajukan sekolah Bp. Lalan telah berhasil membuat sebuah perubahan khusus dalam pengelolaan & penataan ruang dan halaman sekolah,dengan memanfaat kan bantuan pemerintah baik dalam bentuk BOS maupun bantuan lain nya yang memberikan aroma sejuk dan enak di pandang. Sehingga mampu memberikan semangat baru baik bagi para pengajar maupun murid muridnya.
Mengenai profil Bp. Lalan Rustandi. M.pd. atau yang lebih akrab disapa Bp. Lalan ini adalah salah satu contoh Figur seorang pemimpin teladan baik di sekolah maupun di masyarakat. Karena selain menjadi pempinan disekolah,di luar sekolah beliau juga menjabat sebagai ketua RW didaerah nya, tepat nya RW 06 Desa Batulayang Kec. Cililin. Kab.Bandung Barat. Di organisai kewargaan beliau juga di pandang sukses dalam menjalan kan program pemerintah, sampai saat ini pun sudah hampir 5 periode kepala desa yang sudah di lalui oleh Bp.Lalan sebagai ketua RW. maka dari itu tidak heran kalau pemimpin seperti beliau dapat menjalankan roda kepemimpinan menuju kearah kesuksesan seperti yang diinginkan oleh stafnya khususnya di SDN 03 Rancapanggung..
Namun meskipun demikian sekolah tersebut masih memiliki beberapa kekurangan dan perlu adanya perhatian dari pemerintah terkait khususnya di bidang sarana dan prasarana umum.Terkait masih belum kondusipnya sarana keamanan di belakang halaman sekolah yang masih belum di benteng karena tepat di belakang sekolah tersebut ada kali dari bendungan saguling yang dikawatirkan jika siswa beraktifitas dilokasi tersebut dapat membahayakan siswa tersebut.
Selain itu SDN 03 Rancapanggung juga masih memerlukan ruang tambahan untuk ruang kerja bagi para guru yang saat ini ruang kerja mereka masih satu ruangan dengan ruang kepala sekolah,.sehingga mereka tidak dapat optimal kalau suasananya seperti itu.
Maka dari itu khusus bagi para instansi terkait baik dinas pendidikan kabupaten maupun propinsi agar segera memberikan bantuan berbentuk apapun untuk SDN 03 Rancapanggung,mengingat pentingnya poin-poin di atas untuk segera di realisasikan demi terciptanya keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar guna mencetak generasi bangsa yang cerdas,inovatif dan kreatif. (Saiful mubarok)

Minggu, 31 Januari 2010

BKM AL – AMANAH DESA NAGRAK SELESAIKAN INFRASTRUKTUR


Kab. Bandung ( Lintas News ) – PNPM Mandiri adalah program nasional penanggulangan kemiskinan terutama yang berbasis pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin secara mandiri melalui berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan unsur masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pemantauan dan evaluasi dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat, terutama masyarakat miskin, dapat ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya penanggulangan kemiskinan.
Seperti halnya pada program PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Nagrak Kecamatan Cangkuang, BKM Al – Amanah, telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur. Ketua BKM Al – Amanah, Dadang Gaos, S.Ag., menyampaiakan “ Alhamdulillah kini BKM Al- Amanah telah menyelesaikan pembangunan di 8 KSM khususnya infrastruktur yakni, membuat rabat beton gang dan membuat beberapa unit MCK “ sambil menambahkan di Desa Nagrak ada 11 RW namun yang 3 RW diantaranya termasuk ke dalam perumahan.
Namun dalam menjaga kecemburuan social diantara warga perdesaan dan warga perumahan setempat, ada beberapa relawan dari perumahan diantaranya Anwar yang turut berperan, tambah Dadang.
Salah satu relawan Pendi mengatakan “ Dalam program PNPM yang menjadi relawan bahwasanya betul – betul relawan, namun mendapat kepuasan tersendiri telah dapat membantu untuk kepentingan umum “ katanya.
Masih menurut Dadang, dengan menjadi relawan di PNPM selain menambah wawasan dan pengalaman juga dapat lebih mendekatkan tali silaturahmi kepada masyarakat setempat khususnya, sehingga nilai kebersamaan dan keswadayaan masyarakat yang memang memahami arti mandiri turut membantu dalam melaksanakan program ini baik tenaga, pikiran bahkan ada yang turut membantu dalam hal materil, sehingga nampaklah bahwasanya masih ada kesadaran pada masyarakat dalam mewujudkan keinginan dan harapan warga miskin.
Masih dalam kesempatan yang sama Dadang mengatakan para fasilitator cukup bersikap tegas pasalnya ketika dalam pelaksanaan rabat beton gang kurang beberapa cm pun harus dibongkar dan dirobah sesuai dengan juklak, termasuk dalam hal transparansi dalam menjaga amanah ketika BKM mencairkan dana harus hari itu juga diserahkan ke tiap KSM dalam jangka waktu 24 jam dan dalam membelanjakannya pun harus didampingi oleh UP, tegasnya. ( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

MESJID AL-FURQON DARI MUSIBAH MEMBAWA BEREKAH


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Terkait bencana alam gempa yang terjadi pada tahun 2009 lalu yang mencapai 7,6 scala richter yang mengguncang Jawa Barat, khususnya di Kab. Bandung banyak dampak yang terjadi seperti halnya kerusakan bangunan dan fasilitas pemerintah lainnya termasuk sarana ibadah, salah satunya terjadi pada sebuah Mesjid Jami’ Al – Furqon di Kp. Cibubuay RT. 01/09 Desa Cibodas Kec. Pasirjambu.
Dengan kondisi yang rusak berat seluruh komponen masyarakat khususnya Desa Cibodas secara serentak dalam kebersamaan secara bergotong royong memperbaiki kembali sarana ibadah tersebut.
Ketua Panitia Pelaksana, Maman mengungkapkan “ Rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya pembangunan mesjid ini dan dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk menimba ilmu”
Maman menambahkan Mesjid Jami’ yang kini direhab merupakan desian dari masyarakat setempat bernama Aep Saepulloh yang menggambarkan kemegahan mudah – mudahan syiar agama Islam dapat tumbuh dan berkembang bersama masyarakat setempat sesuai dengan kemegahan mesjid ini.
Ketua DKM Mesjid Al-Furqon, Agus Toharudin dalam sambutannya mengatakan “ Merupakan kebahagian dan kebanggaan tersendiri khususnya warga RW. 09, mempunyai tempat ibadah permanen, dimana sebelumnya mendapatkan musibah gempa yang menyebabkan rusak berat “ seraya menambahkan mendapatkan qudroh musibah namun membawa berkah yang difasilitasi oleh Yayasan Al – Bina Bekasi mendapatkan bantuan dari Negeri Qatar.
Hal senada disampaikan Sekretaris Pembangunan Mesjid Usep Dikdik menyampaikan tentang pembangunan mesjid Al-Furqon, yakni hasil dari swadaya masyarakat dan mendapat bantuan dari Negeri Qatar yang difasilitasi oleh Yayasan Al-Bina – Bekasi sehingga masyarakat RW. 09 kini memiliki mesjid yang megah yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Cibodas umumnya.
Sekdes Cibodas A. Syaripudin, mengatakan “ Supaya dirawat dan dijadikan sebagai sarana ibadah oleh masyarakat setempat karena sebagian pembangunan mesjid ini merupakan swadaya masyarakat dapat terwujud meskipun tanpa adanya bantuan dari pemerintah “
Pada acara serah terima kunci secara simbolik hari Sabtu ( 30/1 ) diberikan oleh Pihak Yayasan Al-Bina kepada Ketua DKM Mesjid Jami’ Al – Furqon Ust. Agus Toharudin dengan mempergunakan bahasa Arab yang begitu fasih oleh kedua belah pihak, hal ini disampaikan dalam bahasa Arab sebagai bahan laporan kepada Negeri Qatar karena pemberi Donatur di sana tidak memahami bahasa Indonesia, katanya, mengingat pembangunan / rehabilitasi Mesjid tersebut adalah untuk kepentingan bersama baik sebagai tempat beribadah maupun untuk kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya. ( Asep Darmawan /Hadi Waskita )

Selasa, 26 Januari 2010

MELALUI HKG PKK TINGKATKAN DAN WUJUDKAN KELUARGA SEHAT SEJAHTERA


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Kreasi seni budaya yang ditampilkan anak-anak SD dari Kec. Baleendah melengkapi suasana dalam acara Hari Kesatuan Gerak PKK Ke-37 ( 26/01 ) di Gedung M. Toha, dengan menampilkan beberapa seni “kaulinan urang sunda” dengan peralatan yang sederhana terbuat dari batok kelapa dan bambu menciptakan musik yang cukup memukau yang dibawakan oleh anak usia SD menambah ramai suasana dengan memperagakan mainan jajangkungan dari bambu.
Selanjutnya yang lebih menarik acara dimeriahkan pula oleh Ibu-ibu PKK Kecamatan yang melantunkan lagu Peuyeum Bandung, hal itu merupakan pelestarian dan mengingatkan kita bahwa kita kaya akan seni budaya yang tidak perlu meniru atau mengembangkan seni budaya asing.
Dalam sambutannya Ketua PKK Kab. Bandung Hj. Iyan Obar Sobarna, beberapa hal yang dilakkukan PKK untuk menyejahterakan masyarakat Kab. Bandung yang melalui PKK tingkat kecamatan secara berjenjang sampai ke tingkat paling bawah melalui para kadernya di tingkat RT dan RW, melalui 10 program PKK nya.
Hj. Iyan menambahkan melalui HKG PKK ke-37 ini merupakan evaluasi juga sejauh mana keberhasilan PKK dalam menjalankan program – programnya dalam turut serta untuk membangun masyarakat Kab. Bandung dalam upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera.
Bupati Bandung H. Obar Sobarna, SIP., dalam sambutannya mengatakan usia PKK yang ke – 37 ini merupakan usia yang cukup matang “ sesuai dengan usianya mudah – mudahan membawa makna baik dalam lebih mensejahterakan keluarga Indonesia khususnya di Kab. Bandung “.
H. Obar Sobarna menambahkan, andil PKK melalui 10 programnya sangat tajam bermanfaat dalam kesejahteraan masyarakat, mendorong dalam kegiatan-kegiatan nyata dan bukan merupakan dinas tetapi tim yang bekerja dan kedepannya supaya lebih dapat berkordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk menindak lanjuti pelaksanaannya dengan memberikan dukungan – dukungan moril karena 10 program PKK merapat dengan sendi – sendi kehidupan keluarga.
Dalam kesempatan itu H. Obar Sobarna menyampaikan pula beberpa hal, untuk PKK kedepannya agar kegiatannya bisa dievaluasi dikehidupan masyarakat dengan keberadaan PKK, dengan adanya wacana globalisasi Ibu – ibu PKK kecamatan diharapkan lebih memahami guna menyampaikan ke para kadernya di daerah. Selain itu, dapat memperkuat home industri yang berada di daerah agar jangan terkalahkan oleh produk dari luar dengan memberi contoh lebih memakai produk local buatan sendiri sehingga dapat membantu pengrajin produk local.
Acara di akhiri dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah PKK tingkat kecamatan yang berprestasi juga pembagian hadiah door price kepada sejumlah tamu undangan dan kepada para pemenang lomba – lomba yang diikuti oleh PKK dalam turut memeriahkan HKG PKK yang ke 37 ini.( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

SEJUMLAH BURUH KEMBALI DATANGI DPRD KAB. BANDUNG


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Puluhan karyawan pabrik handuk CV Nusatex, Solokan Jeruk yang tergabung dalam FSBI ( Federasi Serikat Buruh Independen ) CV. Nusatex, menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kab. Bandung yang dilanjutkan ke DPRD Kab. Bandung, Senin ( 25/1 ).
Mereka yang tergabung dalam Serikat Buruh Independen itu menuntut perubahan nasib yang selama ini tidak menentu, karena saat sejumlah perusahaan mengantisipasi pasar bebas ACFTA dan upah minum kabupaten (UMK), ratusan buruh perusahaan handuk itu masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Pendapatan mereka rata-rata Rp 750 ribu sampai 1 juta/bulan atau Rp 150 ribu sampai 180 ribu setiap minggunya. "Kami mendapat upah tidak dihitung jam kerja dan lama masa kerja, rata-rata Rp150 ribu per minggu," kata salah satu karyawan CV. Nusatex.
Selain itu juga mereka menuntut untuk beberapa hal, diantaranya menaikkan upah yang disesuaikan dengan UMK dan menghapuskan system kerja kontrak.
Dalam kesempatan itu ada, beberapa korban kecelakaan kerja di CV. Nusatex yang cacat permanen, diantaranya Yeni Suryani dan Aman Ahmad yang jari tangannya terputus oleh mesin, hanya mendapatkan bantuan uang sebesar Rp. 400 ribu dan Rp. 1,2 juta dan selama masa penyembuhan tidak dibayar.
Salah satu korban Yeni, mengaku “ Saya hanya mendapatkan biaya pengobatan dan diliburkan selama 3 bulan tanpa mendapat upah, meski saya kerja lagi, pendapatan saya tetap saja Rp. 150 ribu/minggu “ katanya yang sudah bekerja di CV. Nusatex selama delapan tahun itu.
Salah satu karyawan CV. Nusatex, Adna mengatakan “ Datang ke pabrik pun hanya satu atau dua jam “ sambil menambahkan Ongko pemilik CV. Nusatex sudah jarang ada di pabrik sejak adanya keresahan para karyawan di perusahaan ini.
Pihak Disnakertrans Kab. Bandung yang diwakili oleh M. Soleh menyatakan pihaknya siap untuk mendampingi buruh untuk berdialog dengan DPRD Kab. Bandung, namun menyarankan agar menyelesaikan permasalahan ini di Dinas Tenaga Kerja, karena DPRD merupakan lembaga politis bukan penentu keputusan, katanya.
Para buruh menyatakan, perusahaan selama ini tidak mempunyai niat utuk menyejahterakan karyawannya, selama ini upah yang diterima sangat minim, tunjangan pun tidak ada karena mereka masih berstatus tenaga kontrak.
M. Soleh dari Disnakertrans, meminta agar para pekerja kembali bekerja seperti biasanya adapun perselisihan cukup diselesaikan oleh perwakilannya saja agar para pekerja yang lain tidak berhenti bekerja dan pabrik tidak berhenti berproduksi sehingga tidak terjadi PHK dan kepada Sarikat Pekerja mengharapkan untuk tetap menjaga suasana kondusif sesuai dengan fungsi untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Bagian Pengawasan Disnaker Kab. Bandung Eliyana menyatakan akan mendatangi perusahaan tersebut untuk mengklarifikasi tuntutan buruh.
Menanggapi tuntutan tersebut pihak DPRD Kab. Bandung yang diwakilli oleh Hj. Eti Mulyati dari Komisi D dan didampingi oleh Rina dan Drs. Supardi dan Disnaker Kab. Bandung berjanji akan memanggil dan mempertemukan pihak karyawan dan pemilik perusahaan dengan harapan dapat mengabulkan permintaan karyawannya.( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

LAHAN SELUAS 111,57 DIBEBASKAN UNTUK TOL SOROJA

Kab. Bandung ( Lintas News ) – Sebanyak 13 desa yang tersebar di 4 kecamatan Kab. Bandung, dipastikan bakal terlintasi jalur tol Soroja ( Soreang – Pasirkoja ) sepanjang kurang lebih 10,57 km, sementara di Kota Bandung sendiri daerah yang akan dilintasi jalur tol tersebut berada di Kecamatan Bandung Kulon, masing – masing Kelurahan Gempol Sari dan Kelurahan Cigondewah Kidul. Lahan yang akan dibebaskan untuk rencana pembangunan Tol Soroja seluas 111,57 hektare.
Beberapa desa di Kab. Bandung yang akan dilintasi Tol Soroja, meliputi Desa Mekarrahayu, Margaasih, Nanjung, Rahayu dan Desa Cigondewah Hilir ( Kec. Margaasih ) sedangkan di Kecamatan Soreang meliputi Desa Parungserab, Pamekarqan dan Desa Sekarwangi, Kec. Kutawaringin Desa Kopo, Pameintasan dan Desa Gajah Mekar, Kec. Katapang meliptui Desa Katapang dan Pangauban.
Sesuai dengan rapat pembahasan pengusaha jalan Tol Soroja pada bulan Maret 2009 lalu, disimpulkan bahwa biaya untuk pengadaan lahan tol tersebut sebesar 265,6 milyar, APBD Kab. Bandung Rp. 49 milyar dan APBD Kota Bandung Rp. 187 milyar, jadwal pembebasan lahan berl;angsung selama kurang lebih 3 tahun, mulai tahun 2009 sampai dengan 2011.
“ Sebelum menginjak pada pembayaran ganti rugi ada 13 tahapan lain yang sebelumnya harus dilalui diantaranya pengukuran bidang, rincian reegakkan, penetapan harga dan pemberkasan “ ungkap Sekda Kab. Bandung Ir. Sofian Nataprawira, MP.
Kepala Dinas PU Bina Marga Kab. Bandung Ir. Sofyan Sulaeman mengungkapkan hingga awal Januari 2010, tahapan pembebasan lahan jalan tol sudah menginjak kepada pengukuran bidang yang melibatkan pihak BPN.
Untuk sementara kata Sofyan Sulaeman pengukuran akan terkonsentrasi di Kec. Margaasih sebagai daerah yang paling luas terkena lahan tol.
Sesuai dengan keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 360/KPTS/M/2008 tanggal 16 Juni 2008, jalan Tol Soroja merupakan jalur tol yang masuk dalam agenda jalan nasional jalan tol pulau Jawa tahun 2005-2010. dalam keputusan tersebut, termasuk pula 50 jalur tol lainnya yang kesemuanya berada di Pulau Jawa. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan Tol Soroja tercatat Rp. 1.393.895.000.000,-.
Dengan tersedianya jalan Tol Soroja, diharapkan tingkat kemacetan lalu lintas di jalur Soreang – Sayati – Kota Bandung bisa diminimalisir. Disamping itu, jalr tol Soroja diprediksi bisa menumbuhkan tingkat perekonomian warga Bandung Selatan yang selama ini banyak bergerak dalam bidang pertanian dan home industri. Bahkan dimungkinkan pula, tol tersebut akan membuka akses jalur wisata Jabar Selatan, mulai dari Kota Bandung – Soreang – Ciwidey – Balegede – Cidaun ( Kab. Cianjur ) – Pameungpeuk ( Kab. Garut ) – Pangandaran ( Kab. Ciamis ). ( Asep Darmawan / Hadi Waskita )

Minggu, 24 Januari 2010

PENCARI RUPIAH OBJEK WISATA KAWAH PUTIH TOLAK RELOKASI


Kab. Bandung ( Lintas News ) – Sosialisasi relokasi jualan tak nampak seorangpun dari pihak pengelola objek wisata kawah putih – Rancabali, terkecuali dari Koramil Ciwidey, Kepala Desa Alamendah Endang Darmana, Ketua BPD Desa Alamendah dan para kordinator pedagang beserta para anggota pelaku usaha di objek wisata kawah putih, Jum’at ( 22/1 ).
Di aula Desa Alamendah saat itu yang dihadiri kurang lebih 50 orang, menurut mereka pedagang pada saat rapat di Kecamatan Rancabali belum ada solusi dan masih mengambang, hal ini bisa dikatakan sosialisasi sepihak, katanya.
Para pelaku usaha mengaku menolak dan masih menginginkan untuk tetap berjualan di lokasi semula. Hal ini seperti yang disampaikan Yayan salah satu pedagang strawberry di tempat tersebut di depan forum saat itu mengatakan “ Keberatan jika dipindahkan lokasi jualan alasannya dapat dicerna secara logika jauh dari tempat pengunjung berada yang sedang berwisata “ katanya.
Masih menurut Yayan meskipun diiming-imingi akan diberi pinjaman untuk modal usaha dan akan dibangunkan tempat usaha yang baru hal itu belum tentu menguntungkan pihak pengusaha, adapun pinjaman itu harus dikembalikan sedangkan tempat baru belum tentu ramai seperti di tempat semula.
Harapan muspika tidak terjadinya gontok – gontokan diantara pihak pengusaha dan pengelola wisata dan mengharapkan terjaganya suasana kondusif agar semua pihak bias menerima apa yang dimusyawarahkan saat itu agar kebersamaan bisa diwujudkan dan masyarakatpun kembali tenang untuk dapat berjualan sebagaimana biasanya.
Salah satu pelaku usaha Dodi mengatakan membantah atas adanya tudingan intervensi pihak ketiga dalam internal masyarakat selaku pelaku usaha, namun ini murni ungkapan masyarakat khususnya pelaku usaha di wilayah objek wisata kawah putih, katanya.
Sebelumnya Kades Alamendah Endang Darmana mengatakan kepada Lintas News di ruang kerjanya “ masing – masing mempunyai aturannya, pihak Perum Perhutani mempunyai Perpu dan Pemerintah Desa mempunyai Perda yang selama ini masih belum menemukan solusinya yang terbaik untuk kedua belah pihak “ sambil menambahkan dengan diundangnya para pelaku usaha saat ini sebagai salah satu usaha untuk menemukan solusi terbaik. ( As/Hd )

SURAT UNTUK SANG PENGUASA Masyarakat Kecil Masih Terdholimi

Harus kepada siapakah mengadukan nasib ?
manakala masyarakat pinggiran desa mencari keadilan yang tidak terakomodir.
Peraturan yang menjadi jurang pemisah keberpihakkan belum nampak,
yang nampak hanyalah “ penguasa “ yang mengatas namakan peraturan.
Sedangkan kekuasaan yang hakiki hanyalah ada pada Sang Pencipta Alam.
Masih adakah nurani wahai sang penguasa, sudikah anda mengatakan dan menyampaikan yang sebenarnya dari hati yang terdalam agar kaum miskin tidak merasa teraniaya selaku haknya sebagai warga warga Negara.
Anda wahai sang penguasa hak kemerdekaan bukan milik golongan atau seseorang, kemerdekaan hakekatnya milik kita bersama, hasil dari jerih payah bahkan sekalipun nyawa sebagai taruhannya ditukar dengan kemerdekaan poada saat kita dijajah.
Kita selaku generasi penerus sudah sepatutnya mengawal arti kemerdekaan yang sebenarnya dan pekik kemerdekaan terus berkumandang “ Merdeka atau Mati !!! “
Marilah kita hilangkan diskriminasi atau perbedaan karena pada intinya dihadapan Sang Kholiq tak ada perbedaan.
Diskriminasi hasil dari kaum penjajah yang masih melekat kuat sebaiknya hal seperti itu terhapus. Marilah nilai kebersamaan kita tegakkan agar menjadi perekat dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama juga demi keutuhan NKRI yang kita cintai.
Perbedaan pendapat jangan dijadikan ajang adu kekuatan namun kita cari solusi yang dapat kita pahami bersama agar tercipta suasana kondusif.
Sesuatu hal jangan dijadikan alat untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan bukan dicapai dengan mengorbankan yang lain…..

Penulis :
Aktifis Relawan KPJB Indonesia Kab. Bandung

Sabtu, 23 Januari 2010

AFANDI SUPRIADI TERPILIH MENJADI KADES MUKAPAYUNG

BANDUNG BARAT (LINTAS NEWS) Desa Mukapayung Kec. Cililin KBB, pada hari Minggu, 17 Januari 2010 telah melaksanakan Pemilihan Kepala Desa yang berlangsung dengan khidmat, aman dan terkendali. PILKADES yang di ikuti oleh empat kandidat dari berbagai kalangan dari mulai Basic TNI sampai pengusaha, semua berbaur barjuang menarik simpati dan suara dari masyarakat.
Desa Mukapayung yang sebagian besar masyarakatnya rata – rata berprofesi sebagai petani, mempunyai jumlah hak pilih ± 7.850 suara yang terbagi menjadi 5 TPS. Dari jumlah tersebut, yang melaksanakan / hadir hanya berjumlah sekitar 5.768 suara dari lima TPS tersebut.
Seperti yang telah kita ketahui, banyak visi dan misi bahkan janji yang selalu dikemukakan oleh seorang kandidat apapun baik di dalam kampanye nya maupun di forum – forum lainnya. Begitu pula yang terjadi di PILKADES Desa Mukapayung, para Kandidat berusaha dan berupaya dengan berbagai cara untuk meraih simpati dan dukungan dari segenap masyarakat pada khususnya. Namun semuanya dikembalikan lagi kepada masyarakat untuk menilai mana yang paling sesuai dengan hati mereka. Di dalam proses penghitungan, persaingan suara begitu ketat sampai pada akhirnya setelah proses penghitungan suara dilaksanakan, suara terbanyak berhasil diraih oleh Bpk. Afandi Supriadi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bapak Ape dengan perolehan suara sebanyak 3.123 suara atau sekitar 70% dari keseluruhan suara yang masuk ke panitia.
Bapak Ape ( Afandi Supriadi ) yang merupakan seorang pensiunan TNI, beliau juga seorang yang sukses berwira usaha, sangat dikenal dengan baik tidak hanya di daerah Mukapayung, tetapi juga dikenal di desa – desa lain khususnya di wilayah Kecamatan Cililin. Beliau dikenal sebagai orang yang sangat loyal terhadap orang – orang di sekitarnya dan beliau adalah orang yang sangat menjaga hubungan baik dengan orang – orang di sekitarnya sehingga tidak heran kalau beliau mendapat suara yang telak berkat loyalitasnya di masyarakat Desa Mukapayung pada khususnya.
Alhasil, masyarakat berkeyakinan kalau beliau adalah seoarang figure pemimpin masyarakat yang mereka yakini akan membawa kesejahteraan bagi mereka. Dan yang terpenting bagi mereka adalah terlaksananya keinginan masyarakat untuk membangun sarana dan pra sarana desa yang menunjang kebutuhan masyarakat desa. Diantaranya, sarana pendidikan, kesehatan, sarana ibadah dan sarana – sarana lainnya yang mendukung segala kebutuhan masyarakat.Dan mereka yakin, dengan diangkatnya Bapak Ape sebagai Kepala Desa, semua itu akan tercapai tanpa akan ada “kesalahan target” seperti yang kini banyak terjadi di desa – desa lain.( Saiful. M )

“SI PUTER” JAWARA PINILIH


BANDUNG BARAT (LINTAS NEWS) Bpk.Ape saat kita temui di kediamannya.tepatnya daerah citatah desa muka payung. ternyata mempunyai hobi yang cukup unik dan menarik untuk kita simak, yaitu senang memelihara / berternak domba aduan atau yang lebih popular dengan sebutan domba garut.,selain untuk di ternak domba-domba tersebut sering juga di ikut sertakan di turnamen kejuaraan dari mulai tingkat desa sampai tingkat propinsi di jawa barat, sehingga sudah banyak prestasi dan tropi yang sudah di raih oleh domba-domba milik Bp Ape,yang sangat membangkan, sampai saat ini ± sudah ada 29 tropi telah diraih oleh domba milik Bp Ape yang di beri nama SI PUTER dan mungkin nama tersebut sudah tidak asing lagi didengar di daerah jawa barat khusunya bagi para pecinta domba,.yang lebih membanggakan lagi adalah pada saat wakil gubernur jawa barat (DEDE YUSUF) memberikan pengharggaan kepada si puter dalam acara kejuaraan tingkat provinsi di daerah garut dan di juluki JAWARA PINILIH memang prestasi yang sangat membanggakan tidak hanya bagi Bpk. Ape pribadi ,tapi juga penghargaan tersebut sudah dapat mengharumkan nama Desa Muka payung tempat beliau tinggal.
Selain prestasi yang sudah di raih, ternyata dari hasil domba-domba tersebut dapat juga banyak membantu perekonomian keluarga beliau khusus nya di bidang financial ,beliau mangakui bahwa segala kesuksesan yang telah ia raih sebagian besar dari hasil berternak domba, sehingga beliau mampu menutupi segala kebutuhan rumah tangga dan bahkan biaya sekolah anak-anak, dari hasil domba-domba tersebut..
Ape menghimbau kepada segenap masyarakat muka payung pada khusus nya dan umum nya kepada segeap masyarakat penduduk jawa barat ,agar masyarakat ber positif thinking, dalam menilai kesenian adu domba tersebut kepada arah pandangan yang negatif, tapi kita juga harus melihat dari sektor yang lain,contoh: selain seni adu ketangkasan domba itu adalah sebuah kesenian asli jawa barat yang patut kita jaga dan di kembangkan kelestarianya, ternyata dengan memelihara / berternak domba kita juga bisa meraih kesuksesan dan banyak keuntungan yang dapat di hasilkan oleh hewan ternak terssebut, seperti apa yang telah di alami oleh Bpk.Afendi supriadi sekeluarga. (SAIFUL MUBAROK.LN).

Jumat, 22 Januari 2010

PENANGANAN BANJIR LANGGANAN LIBATKAN PENGUSAHA DAN MASYARAKAT

Kab. Bandung ( Lintas News ) – Pemerintah Kab. Bandung akan terus mendorong keterlibatan masyarakat dan pengusaha dalam upaya menangani bencana banjir akibat meluapnya sungai Citarum. Keterlibatan kedua komponen ini akan membantu langkah pemerintah dalam menormalisasi aliran sungai Citarum mulai dari hulu sampai ke hilir.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Bandung H. Obar Sobarna, S.Ip saat berbicara dihadapan ratusan warga dan pengusaha tekstil Majalaya, Selasa ( 19/1 ) di aula PT. Bambu Sakti – Sukamaju Kecamatan Majalaya. Pada acara yang diberi nama “ Partisipasi Masyarakat Dalam Pengendalian Banjir “.
Pada kesempatan yang sama hadir pula Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Citarum ( BBWSC ) Ir. Mujiadi, Kepala Dinas SDAPE Kab. Bandung Ir. Ratna Mikhial serta anggota DPRD Jabar dari F. Golkar, H. Dadang Naser.
Menurut Obar Sobarna, keterlibatan pemerintah, pengusaha dan masyarakat dalam penanganan banjir sudah mulai terlihat di Kec. Majalaya dengan dilakukannya pengerukan sebagian aliran sungai Citarum yang melintasi wilayah tersebut.
“ Apa yang diperlihatkan Kecamatan Majalaya diharapkan bias dicontoh oleh kecamatan yang lain “ ungkapnya, sambil menambahkan masyarakat Kecamatan Ciparaya dan Banjaran sejak beberapa waktu lalu juga telah melakukan hal yang sama dengan melakukan pengerukan beberapa anak sungai Citarum.
Kepala BBWSC Ir. Mujiadi mengungkapkan pemerintah pusat dalam waktu dekat akan segera mengajukan pinjaman ke Pemerintah Jepang melalui JICA ( Japan International Cooperation Agency ) sebesar Rp. 400 milyar.
Dana tersebut akan dipakai untuk menormalisir 9 anak sungai di wilayah Kab. Bandung, masing – masing sungai Cikeruh ( Desa Rancakamuning / Kec. Rancaekek – Desa Mekargalih / Kec. Cileunyi ), sungai Cibeusi ( Rancaekek Permai / Kec. Rancaekek – Cipacing / Kec. Cileunyi ), sungai Cimende ( Tanggeung – Jelegong / Kec. Rancaekek), sungai Cikijing ( Tanggeung – Rancakendal II/ Kec. Rancaekek ), sungai Citarik Hulu ( Bojongsalam – Kebon Kalapa / Kec. Rancaekek), sungai Citarum Hulu ( Rancakasumba/Kec. Majalaya – Tanggulun/Kec. Ibun), sungai Cisangkuy Hulu ( Sukasari/Kec. Pameungpeuk-Kiangroke/Kec. Banjaran), sungai Citalugtug ( Sukasari/Kec. Pameungpeuk-Kiangroke/Kec. Banjaran), sungai Citalugtug ( Sukasari/Kec. Pameungpeuk-Banjaran Wetan/Kec. Banjaran), sungai Ciputat ( Ciputat-Kulalet Hilir/Kec. Baleendah ).
Camat Majalaya, Drs.Yiyin Sodikin mengatakan “ Hampir setiap tahun banjir melanda wilayah Kota Majalaya dan sekitarnya, akibatnya banjir tersebut menimbulkan kerugian yang tidak sedikit “ tuturnya sambil menambahkan kerugian diantaranaya terlambatnya pasokan bahan-bahan tekstil yang keluar masuk ke sejumlah perusahaan tekstil di Kec. Majalaya, disamping itu juga wajah Kota Majalaya menjadi kotor dan kumuh.
Masih menurut Yiyin, sementara dalam upaya penanganan banjir di Majalaya pihaknya telah mendapat bantuan dari Pemkab. Bandung satu buah alat berat back hoe, sebuah dump truck, dua buah mesin penyedot limpur dan penyediaan air bersih untuk masyarakat.
Salah satu tokoh pengusaha Tekstil Majalaya Satya Natapura, mengungkapkan dengan dilibatkannya 45 pengusaha tekstil Majalaya dalam penanganan banjir Citarum
“ Daripada pindah lokasi mendingan pengusaha iuran membantu penangan banjir, biayanya lebih murah “ katanya.
( Asep Darmawan / Hadi Waskita )