Sabtu, 06 Februari 2010

Ruang Kelas SMP N 1 Cikalong Wetan sangat menghawatirkan


Kab. Bandung Barat Lintas News
Dalam hal meningkatkan proses KBM yang lebih baik tentunya sangat dibutuhkan sarana penunjang yang lebih baik pula dalam hal ini seluruh SMP baik SMP Negri dan sederajat yang berada diwilayah pemerintahan Dinas pendidikan daerah Kab. Bandung Barat, masih banyak terdapat kekurangan sarana dan prasarana penunjang proses KBM.
Bahkan sarana yang ada pun sudah tidak layak pakai lagi seperti: ruang belajar yang sudah rusak sekian lama dan kurangnya ruang tambah untuk belajar seperti ruang Lab, IT dan lainnya, hal ini sangat dikhawatirkan oleh sebagian guru pengajar dan siswa SMP tersebut sehingga bisa menghambat proses KBM.
Misalnya SMPN 1 Cikalongwetan yang berdiri sejak tahun 1960an ini hingga saat ini telah memiliki 1160 siswa yang menempati ruang belajar sebanyak 24 lokal yang masing – masing ruang/ local rata – rata diisi oleh 48 siswa ditambah tenaga pengajar berjumlah kurang lebih 50 orang yang terdiri dari 36 PNS dan 13 orang tenaga honorer dan sekolah ini juga dinilai baik pada akreditasi B yang telah banyak memberikan sumbangsih bagi bangsa dan Negara pada bidang pendidikan terbukti para alumni dari SMP ini banyak yang menjadi tenaga pengajar khususnya 90% dari alumni tersebut mengajar disekolah ini yaitu SMP Negri 1 Cikalongwetan.
Kini SMPN 1 Cikalongwetan keadaannya sangat memprihatinkan pasalnya sudah kurang lebih 30 tahun tidak mendapatkan bantuan secara fisik maupun non fisik yaitu baik RKB, rehab dan bantuan lainnya seperti ruang IT dan rehab ruang Lab.
“ Ernawan, Bag sarana prasarana SMPN 1 Cikalongwetan, bahwa selama 30 tahun sekolahnya tidak mendapatkan bantuan”. Khususnya 3 tahun terakhir ini pihaknya pernah mengajukan bantuan yang berkaitan dengan DAK dan lainnya, tapi hingga detik ini belum ada kepastian yang jelas kapan bantuan tersebut akan digulirkan akibat menunggu bantuan yang terlalu lama akhirnya banyak ruangan – ruangan disekolah ini tambah rusak parah termakan oleh waktu “ungkapnya”.
Ruangan disekolah kami yang rusak parah ada 6 ruang kelas yaitu kelas 7C sampai dengan kelas H yaitu dinding – dinding pada badan bangunan terdapat bolong, retak dan pecah – pecah yang menganga cukup besar. Begitu juga lantai pada ruangan sudah banyak yang pecah – pecah dan berlobang. Langit – langit pada atap plapon banyak yang bolong, ditambah rangka kayu pada plapon penompang atap langit – langit kayunya sudah banyak yang propos termakan usia “tegasnya”. Dan ia pun dengan para staf guru lainnya begitu juga kepala sekolah Siswondo M.Mpd mengkhawatirkan hal tersebut, takut – takut ruangan bisa roboh seketika sehingga menimpa pelajar dan pengajar dan akhirnya menimbulkan korban “tambahnya”. Walaupun ruang KBM begitu cukup menghawatirkan namun kami tetap melaksanakan proses KBM dikarnakan belum ada tempat lain yang bisa kami tempati “jelasnya”.
Selanjutnya Ernawan mengatakan “ sejak berdirinya SMPN 1 Cikalongwetan yaitu pada tahun 1960an baru 1 kali mendapatkan bantuan yaitu pada tahun 1980 dikala itu KBB belum lahir adapun perbaikan yang kami lakukan selama menunggu datangnya bantuan hanya sifatnya perawatan ringan yaitu dengan menambal dan menecat “ katanya”.
Siswondo M.Mpd kasek SMPN 1 Cikalongwetan membenarkan apa yang diungkapkan oleh Ernawan mengenai ruang KBM disekolahnya yang memang sudah sangat tua dan rusak berat tersebut. Dan ia meminta supaya pemerintah daerah khususnya dinas pendidikan KBB yang dikepalai oleh Agus Maulana serta jajaran agar memiliki tindakan cepat tepat guna untuk segera merealisasikan bantuan RKB, Rehab dan lainnya dalam wujud nyata jangan Omdo “tegasnya”. Menurut Siswondo selama ini pemda KBB terkesan lamban dalam penanganan yang berkaitan dengan bantuan DAK sehingga menyebabkan terganggunya proses mengajar di SMPnya “ungkapnya”. Entah kenapa kelambanan itu bisa terjadi, pihaknya sebagai tenaga lapangan sejak dari awal pengajuan bantuan 2007, pengajuan 2008 kemudia pengajuan 2009 hingga hari ini belum ada berita yang jelas dari Pemda KBB pada Dinas terkait kapan bantuan tersebut bisa digulirkan “katanya”.
Dalam hal ini Drs. Iing solihin, ketika ditemui LINTAS NEWS di ruangan kerjanya beberapa waktu lalu mengatakan Persoalan terlambatnya dana bantuan DAK untuk SMP seKabupaten Bandung Barat kendalannya adalah Kwota DAK tidak semua terakomodir tapi pihaknya berjanji mudah – mudahan tahun 2010 ini semuanya bisa terakomodir ketika ditanya mengenai realisasi DAK, Iing mengatakan bahwa DAK sedang tahap penyempurnaan dalam draf final, dan final nya di gunakan pertengahan Februari “katanya” selanjutnya ia menambahkan bahwa belum bisa dipastikan ada beberapa SMP yang akan mendapatkan batuan DAK, kita akan sosialisasikan terlebih dahulu dan tergantung pada besaran dana yang ada “tegasnya”, kemudian akan dilihat juga skala prioritasnya bagi penerima DAK, kalo memang ada yang sangat membutuhkan maka itu diprioritaskan “ katanya”. Dan bahwa pihaknya yaitu pada Dinas Pendidikan KBB telah banyak mengumpulkan data profil sekolah SMP di KBB, yang didalamnya terdapat RKB, Rehab dan lainnya apalagi sekolah yang mendapatkan RKB, Rehab nanti akan diusulkan kembali adaikan kata anggaran dana dari APBD dan APBN tidak ada, guna realisasi, pihaknya akan tetap mengupayakan agar bantuan tersebut tetap mengalir sekarang pihaknya telah bekerjasama dengan pihak “CSF” dalam rangka mengoptimalkan agar bantuan didapatkan dan tepat guna “tegasnya”.
Pada kesempatan yang berbeda Drs. Agus Maulana M.M kadisdik pora KBB ketika dijumpai Lintas News mengatakan bahwa pihaknya akan menggulirkan bantuan DAK bagi SMP yang sudah masuk dalam data RKB, Rehab dan lainnya yaitu pada tahun 2010 ini namun belum bisa dipastikan kapan waktunya “katanya”.
Besaran dana Reahab adalah sebesar 40 Juta (Empat Puluh Juta) pada setiap lokalnya adapun jumlah local yang akan di rehab yaitu sebanyak 40 lokal begitu juga RKB yang sudah masuk data yaitu sekitar 29 RKB dengan kelengkapannya besaran dana bantuan yang akan digulirkan dari RKB tersebut sebesar 110 Juta ( Seratus Sepuluh Juta Rupiah ) jadi jumlah seluruh bantuan yang akan digulirkan oleh Pemda Dinas Pendidikan adalah sebesar 3.790.000.000 ( Tiga Miliyar Tujuh Ratus Sembilan puluh Juta) “ungkapnya” (SIM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar